WanToKnow

January 3rd, 2010

Tugas Kelompok III

Posted by wandahrul in 3 Tugas Kelompok  Tagged

Question:

1. Bagaiman keberhasilan organizational learning dan networking dalam menunjang atau hasil dari implementasi KM di organisasi

 Jawabannya;

Keberhasilan organizational learning dan networking dalam menunjang atau hasil dari implementasi KM di organisasi berupa:

–          Keberhasilannya berupa terlaksananya dengan cepat proses knowledege management di organisasi yang berupa sharing knowledge di dalam organisasi serta mudahnya sebuah organisasi dalam akses knowledge management yang ada.

Berupa:

  1. Customer  FedEx bisa mengecek paketnya ada dimana. Pada intinya mempermudah customer dalam memesan, paket proses pelacakan dan pemantauan.
  2. Kemampuan FedEx untuk berbagi informasi  antara operasi / departemen dalam perusahaan dan antara organisasi-organisasi untuk menghasilkan efisiensi operasional, mengurangi biaya dan meningkatkan layanan pelanggan adalah utama terobosan untuk mengekspresikan industri transportasi.

 –          Hasil dari organizational learning direalisasikan oleh FedEx berupa penambahan divisi baru dan pembaharuan nama perusahaan/divisi sesuai tujuan bisnisnya yang berupa knowledge goalnya pada masing-masing pembaharuan. Perkembangan tersebut dapat dilihat pada tahun 1999 dimana FedEx diklaim sebagai perusahaan yg menawarkan ‘total one-stop shopping’ untuk solusi pada semua tingkatan rantai pasokan.

 2. Berikan gambaran umum seperti apa bentuk dashboard knowledge management untuk lini-lini yang ada diperusahaan tersebut. (dengan gambar yang mendukung akan lebih baik)

 Jawabannya:

–          FedEx memberikan fasilitas-fasilitas yang mempermudah serta mempercepat Customer dalam pencarian atau pelacakan barang   ”Track by Tracking Number”.

Dimana telah tersedianya kode-kode tertentu yang dibuat oleh FedEx dalam mempermudah pelacakan barang.

“Enter any combination of up to 30 FedEx tracking, or Door Tag numbers: (one per line) You can also track FedEx Office orders by entering order numbers.”

Customer diminta memasukkan kombinasi number kemudian akan ditampilkan barang tersebut telah sampai di daerah mana.

 –          Dapat juga dilakukan via Referensi dan juga E-mail.

–          FedEx juga memberikan knowledge tentang InSight, Trade Networksnya serta Wireless Solution.

 3. Apa saja nilai-nilai KM dan pembelajaran yang didapat dari kasus yang ada

–          Penentuan knowledge goal sangat penting untuk menetukan arah bisnis.

–          Untuk membangun sebuah KM dibutuhkan peran infrastruktur yang mendukung KM tersebut.

–          Identifikasi dan acquisition knowledge yang dimiliki perusahaan sangat berpengaruh dalam membangun sebuah KM.

–          Berdasarkan knowledge goal, identifikasi, dan acquisition dapat dilakukan KM development sesuai dengan KM goalnya.

–          Pembuatan Digital Dashboard dan Portal (advance dashboard to view KM) yang baik sangat membantu customer untuk mendapatkan informasi sebuah organisasi/ perusahaan.

December 14th, 2009

Tugas Kelompok II

Posted by wandahrul in 3 Tugas Kelompok  Tagged

Question:

1. Apa saja knowledge yang penting bagi perusahaan, dan apa dasar menentukan hal tersebut sebagai knowledge yang penting.

Jawaban:

Knowledge yang penting bagi perusahaan diantarnya:

–          Knowedge berupa Strategi perusahaan dengan menggunakan IT untuk membantu pelanggan mengambil keuntungan dari pasar internasional. Untuk bersaing pada basis global, komponen kunci fisik infrastruktur harus berada di tempat untuk menghubungkan GDP dunia, serta pengelolaan dan pemanfaatan aliran informasi, yang berkaitan dengan pengiriman fisik yaitu, berupa kendali atas pergerakan barang.

  1. Tahun 1980-an, FedEx memberi jauh lebih dari 100.000 set PC sarat dengan FedEx perangkat lunak, yang dirancang untuk menghubungkan pelanggan dan login ke FedEx pemesanan dan pelacakan system
  2. FedEx juga yang pertama untuk mengeluarkan scanner genggam kepada pengemudi yang diberitahu pelanggan ketika paket dijemput atau disampaikan
  3. FedEx menjadi pertama perusahaan transportasi besar untuk memulai sebuah situs web yang termasuk pelacakan dan pelacakan kemampuan. Internet akan mengubah cara bisnis untuk beroperasi dan cara orang akan berinteraksi.

–          Knowledge berupa Strategi bisnis berupa penguncian pelanggan dengan tingkat belum pernah terjadi sebelumnya integrasi teknologi yang telah dimiliki perusahaan. Dengan memberikan pelayanan yang terbaik.

  1. Meskipun teknologi merupakan faktor utama dalam perancangan cerdas perusahaan, pelayanan pelanggan dengan call centre sangat diperlukan, perusahaan FedEx juga mengambil langkah-langkah besar untuk mempertimbangkan faktor-faktor tak berwujud yang dapat mempengaruhi tingkat layanan, seperti kepuasan kerja agen. Untuk meningkatkan kualitas hidup untuk beberapa senior perusahaan, atau lebih berpengalaman panggilan kepada agen, perusahaan menerapkan program baru yang memungkinkan agen bekerja dari rumah.
  2. Agent ini terhubung ke sistem pusat panggilan perusahaan melalui data dan suara perumahan jaringan. Program ini memiliki dampak positif yang mengejutkan di tingkat pelayanan kami secara keseluruhan dan menghasilkan kepuasan juga kepada agen. Program ini juga memungkinkan FedEx untuk kembali rute panggilan off-situs,  dampak tak terduga operasi di pusat-pusat panggilan utama kami.
  3. Perusahaan mendapatkan bukti bahwa fokus pada call centre berupa investasi strategis secara dramatis dapat mempercepat resolusi pelanggan dan meningkatkan kepuasan pelanggan, yang mendorong orang lain dalam industri jasa untuk bekerja dengan tim pusat panggilan mereka dan di luar vendor untuk melaksanakan lebih cerdas, yaitu call centre berguna untuk pelayanan pelanggan.

–          Knowledge tentang Manajemen logistik pelanggan

  1. Tahun 1974, FedEx memulai operasi logistik dengan Bank Parts.
  2. FedEx membangun sebuah gudang kecil pada akhir dari fasilitas pemilahan di Memphis. Ini adalah usaha pertama FedEx di multipleclient dalam pergudangan.
  3. Pelanggan akan menelepon dan memerintahkan pengiriman bagian dan urutan
    akan mengambil pada hari yang sama. Itu juga FedEx pertama layanan nilai tambah di luar transportasi dasar. Dari sana, sisi logistik bola salju bisnis
    Selama tiga dekade berikutnya, FedEx pertumbuhan bisnis transportasi
    disebabkan oleh sejumlah faktor eksternal yang FedEx cepat untuk memanfaatkan. Ini termasuk:

• Pemerintah deregulasi industri penerbangan, yang mengizinkan pendaratan
pesawat angkut yang lebih besar, sehingga mengurangi biaya operasional untuk FedEx.

• Deregulasi dari industri angkutan, yang memungkinkan untuk mendirikan FedEx sistem angkutan truk daerah untuk biaya yang lebih rendah lebih lanjut pada perjalanan jarak pendek.

• Perdagangan deregulasi di Asia Pasifik, yang membuka pasar baru untuk FedEx. Memperluas global menjadi prioritas bagi FedEx.

• Teknologi aplikasi terobosan dan inovasi dipromosikan signifikan
kemajuan untuk pelanggan memesan, paket proses pelacakan dan pemantauan.
• Rising inflasi dan persaingan global menimbulkan tekanan yang lebih besar pada usaha untuk meminimalkan biaya operasi, termasuk pelaksanaan justin –
waktu inventarisasi sistem manajemen, dll Hal ini juga membuat tuntutan untuk kecepatan dan ketepatan dalam segala aspek bisnis.

–          Knowledge Manajemen Sumber Daya Manusia bertujuan untuk menarik, mengembangkan, memotivasi dan mempertahankan karyawan berkinerja tinggi yang menambah organisasi keuntungan kompetitif. Manajemen Sumber Daya Manusia sekarang dianggap sebagai mitra strategis dari manajemen perusahaan. Kebijakan dan strategi departemen Human Resources Management harus diselaraskan dengan perusahaan dalam rangka mencapai keuntungan pada pasar global.

Strategic HRM bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan cara sumber daya manusia (tenaga kerja) dikelola. Perubahan dalam lingkungan eksternal bisnis selama bertahun-tahun yang telah difokuskan pada pentingnya sumber daya manusia dalam pencapaian tujuan organisasi dan tujuan.

FedEx Express menghargai karyawan dan percaya bahwa yang karyawan yang memiliki motivasi tinggi dan kepuasan tenaga kerja sangat penting dalam menyediakan layanan berkualitas. Perusahaan yakin, bahwa karyawan tersebut memiliki keunggulan kompetitif. FedEx Express merekrut karyawan berbakat, terampil dan termotivasi sehingga membedakan FedEx dari pesaing mereka. Perusahaan membuat strategi Manajemen Sumber Daya Manusia secara khusus agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Perusahaan mempromosikan sebuah lingkungan kerja yang dibangun di atas “Orang-Service-Laba” prinsip. HR kebijakan dan praktik di FedEx Express dirancang untuk memusatkan perhatian pada kesejahteraan tenaga kerja dengan memberikan kesempatan yang sama, kompetitif gaji dan tunjangan, pelatihan dan pengembangan karir program, program-program pelatihan yang efektif dan lain-lain. Angkatan kerja merupakan sumber keunggulan kompetitif bagi FedEx Express.

–          FedEx percaya bahwa investasi waktu dan uang ke dalam strategi dan teknologi yang membantu perusahaan lebih efisien menanggapi pelanggan bertanya sehingga memiliki dampak positif pada keberhasilan jangka panjang perusahaan.

 Ref:

http://ivythesis.typepad.com/term_paper_topics/2009/09/competitive-advantage-through-human-resource-management-.html

http://www.corp.att.com/canada/cstories/fedex.html

Dasar menentukan hal tersebut sebagai knowledge yang penting.

–          Dapat mempengaruhi keberhasilan dan juga kemajuan dari sebuah organisasi atau perusahanaan. Dan dapat dikatakan sebagai petunjuk dalam penentuan arah kebijaksanaan yang akan diambil organisasi atau perusahaan.

–          Memiliki dampak yang besar terhadap organisasi atau perusahaan

–          Pengatur langkah-langkah yang akan dan harus diambil sebuah organisasi atau perusahaan dalam mengembangkan organisasi atau perusahaannya sehingga dapat bersaing dengan perusahaan lain serta dapat masuk dalam persaingan pasar global.

 2. Apakah ada aspek pengaruh lintas budaya di perusahaan dan bagaiman dengan transfer knowledge lintas budaya ini dilakukan atau diatasi permasalahannya.

Jawaban:

Jelas ada dimana perusahaan Fedex merupakan perusahaan yang memasuki pasar internasional dan ingin mengembangkannya secara global maka sudah barang tentu berpengaruh terhadap aspek lintas budaya yang akan dilakukan perusahaan. Baik secara secara internal maupun external perusahaan. Dengan mengembangkan cabangnya di berbagai negara serta perdagangan pasar internasional.

Cara transfer knowledge lintas budaya ini dilakukan atau diatasi permasalahannya dengan:

–          Organisasi atau perusahaan harus memiliki pemahaman knowledge dalam konteks budaya yang ada, agar tidak kehilangan esensinya pada waktu disebarluaskan ke dalam lingkungan budaya yang berbeda.

–          McFarley berpendapat bahwa knowledge selalu berubah ketika dia berpindah tempat. Dalam perjalanannya knowledge itu selalu mengalami penerjemahan, tidak dapat berpindah secara linier saja. Oleh sebab itu materi knowledge dan hubungan antar ruang menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam konteks perjalanan knowledge. Hubungan antar ruang menjadi hal yang penting dalam perjalanan knowledge, sebab pertemuan antar ruang yang berbeda memerlukan penyelarasan antara kompetensi dan pengalaman individu-individu dalam ruang tersebut selama proses belajar. Belajar, menurut McFarley, berlangsung dalam konteks dekat dan jauh dalam ekologi spasial yang kompleks (2006:301).

–          Oleh karena itu dalam lintas budaya ini, McFarley melihat pentingnya fokus pada pemahaman terhadap pengetahuan orang lokal, politik lokal serta geografi sebagai hal utama. Bukan berarti hal itu menempatkan pengetahuan lokal sebagai sesuatu yang mempunyai hak istimewa dibandingkan dengan pengetahuan orang luar, tetapi pendekatan tersebut melibatkan negosiasi dari berbagai situasi berbeda dari pengetahuan, seperti pengetahuan lokal, posisi negara pemberi bantuan donor atau negara yang terlibat dalam issue tersebut, dan lain-lainnya (2006:301).

–          Kemampuan untuk melihat perbedaan tentang knowledge antar dua budaya, serta kemampuan untuk melakukan sinergi yang menggabungkan kekuatan dari masing-masing budaya tersebut, melibatkan kemampuan untuk melihat cara berpikir yang berbeda dari yang biasa kita lakukan. Peter Senge menyebutnya sebagai kemampuan untuk melakukan shifting mind atau metanoia. Kemampuan tersebut sangat diperlukan dalam proses belajar seseorang, agar dapat menerima ide-ide baru. Dalam hal ini menurut Peter Senge arti belajar itu sendiri seharusnya meliputi perubahan yang fundamental atau pergerakan dari sebuah pikiran. Apabila hal tersebut dilakukan maka melalui belajar seseorang bisa dikatakan mencipta ulang dirinya sendiri, sehingga dia dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dia lakukan (1994:13-14).  Oleh sebab itu kapasitas dia untuk membuat sesuatu yang baru menjadi lebih besar.

–          Kapasitas seseorang bertambah karena dia dapat mengubah cara pandang dan hubungannya dengan dunia.  Cara pandang dan hubungan tersebut, menurut Peter Senge, didasarkan pada asumsi yang sangat mendasar, general atau berupa gambar atau image yang mempengaruhi pemahaman kita tentang dunia dan bagaimana kita bertindak atau yang disebut sebagai mental model (1994:8). Sehingga kapasitas seseorang bertambah karena belajar, disebabkan karena keberhasilannya untuk keluar dari mental model lama, ke mental model baru.

–          Hal terakhir yang perlu dikemukakan adalah kompetensi yang diperlukan bagi orang-orang yang terlibat dalam proses knowledge sharing lintas budaya ini. Menurut Kayes, dkk. (2005:582) ada beberapa kompetensi yang diperlukan oleh seseorang dalam melakukan knowledge sharing tersebut, yaitu:

1.      Valuing different cultures.

–          Kemampuan untuk memahami kompleksitas norma budaya dan bagaimana hal tersebut memberi kontribusi bagi terciptanya pengetahuan baru.

2.      Building relationship within the host cultures.

–          Dengan membangun hubungan dengan orang-orang lokal akan memungkinkan proses penciptaan pengetahuan baru.

3.      Listening and observing

–          Kemampuan mendengarkan dan mengamati akan membuat orang memahami budaya lokal dan praktek-praktek yang ada untuk mengerti rasional di belakang praktek tersebut.

4.      Coping with ambiguity

–          Kemampuan untuk melihat permasalahan bukan sebagai sesuatu yang menyebabkan kebingungan tetapi hanya menganggap sebagai sesuatu hal baru yang perlu dipelajari.

5.      Translating complex ideas

–          Kemampuan untuk menjelaskan ide yang kompleks dalam bahasa dan makna local.

6.      Taking action

–          Kemampuan untuk bertindak dan membuat keputusan dan bertindak.

7.      Managing others

–          Kemampuan untuk mengorganisasikan staf local dan expatriate serta mengatasi konflik di antara mereka

 Ref:

http://komunitaskm.multiply.com/journal/item/13

Cara yang digunakan FedEx dalam hal transfer knowledge lintas budaya ini dilakukan atau diatasi permasalahannya  dengan:

–          Tahun 1994-1997 FedEx mulai melakukan pelayanan berbasis internet, Hal ini membutuhkan penyesuaian di setiap cabangnya, terutama area-area yang pada masih belum benar-benar merasakan internet secara luas dan merata

–          Perusahaan FedEx juga memutuskan untuk mengembangkan sistem global untuk implementasi di seluruh dunia, dengan fungsi-fungsi seperti berbagai mata uang dan beberapa bahasa.

–          Dengan adanya layanan pengiriman semalan, FedEx sadar akan perbedaan budaya dan regional di setiap cabangnya, terutama dalam hal waktu. Jadi kalau di Eropa sekarang siang, tetapi di indonesia sekarang malam. Maka untuk mengatasi kebutuhan konsumen yg seperti itu, FedEx memberikan layanan pengiriman semalam

November 23rd, 2009

Tugas Kelompok I

Posted by wandahrul in 3 Tugas Kelompok  Tagged

1)            Background perusahaan (termasuk visi dan misi) dan pembahasan kasus atau dasar cerita secara umum.

–          FedEx berawal dari sebuah perusahaan industri transportasi ekspres. Kemudian mengembangkan bisnisnya dan menjadi perusahaan pelopor industri transportasi ekspres dan logistik. FedEx berubah dari sebuah perusahaan pengiriman ekspres menjadi sebuah perusahaan logistic global dan perusahaan pengelola rantai pemasok (supply- chain management).
Dalam perkembangannya, FedEx selain melakukan investasi yg besar dalam IT, FedEx juga melakukan reorganisasi struktur organisasi, reorganisasi operasi internal, dan menarik pelanggan dengan value-added yg diberikan melalui integrasi IT nya dengan harapan mempermudah FedEx melakukan bisnis dengan seluruh keluarga FedEx .

–          FedEx beroperasi dibawah sebuah perusahaan bernama Federal Express, dimana perusahaan ini memiliki visi dan misi menciptakan suatu e-business dan operasi logistik dimana para costumernya dapat melakukan pengiriman barang, pengecekan barang dan lain sebagainya dalam satu waktu. Selain itu, menyediakan market business to business,bekerjasama dengan perusahan lokal dan international yang menyediakan layanan transportasi pada berbagai bisnis, memperluas pasar nasional dan international dalam mencari keuntungan dari pasar baru dan untk  mendapatkan sumber daya yang murah.

–          Di dalam menjalankan perusahaannya FedEx selalu membuat strategi-startegi bisnis baru untuk mengunci pelanggannya. FedEx rela mengeluarkan banyak biaya awal untuk pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi yang bertujuan untuk jangka panjang berupa memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Tindakan yang dilakukan perusahaan merupakan  solusi yang tepat untuk perusahaan yang lintas sinergi. Pengembangan infrastruktur informasi dan logistik yang tepat untuk  menciptakan solusi e-bisnis terbaik untuk pelanggannya.

 2)            Bagaimana keadaan dan peran perusahaan di ekonomi global?

–          FedEx menjadi sebuah perusahaan Supply Chain Management bagi perusahaan lainnya secara global.

–          FedEx menjadi perusahaan pelopor industri transportasi ekspres dan logistik.

–          FedEx memiliki potensi sebagai perusahaan pelopor dalam perdagangan melalui internet. Strategi perusahaan adalah menggunakan IT untuk membantu pelanggan mengambil keuntungan dari pasar internasional.

–          Harus memiliki strategi-stategi bisnis yang dapat dihandalkan, prediksi bisnis yang tepat dalam menghadapi ekonomi global.

–          Peran perusahaan dengan memanfaatan fasilitas teknologi informasi dengan maksimal, yang berupa internet, e-commerce, e-bisnis, e-tailing dan sebagainya serta pendokumentasian yang baik dengan menyediakan library digital mempermudah dalam share maupun penyerapan knowledge dengan membuat Knowledge Management perusahaan. Yang pada akhirnya berdampak langsung dengan perkembangan ekonomi global.

–          keadaan dan peran perusahaan terhadap ekonomi global dengan memperbaiki serta meningkatkan produktivitas di perusahaan dan memberikan solusi-solusi yang tepat serta pemikiran-pemikiran yang jauh kedepan. Teknologi Informasi dan Knowledge Management menjadi satua kesatuan yang tidak bisa dipisahkan sehingga menghasilkan strategi-strategi bisnis baru.

–          pemanfaatan fasilitas berupa pesawat milik sendiri dengan maksimal, dimana perusahaan lain lebih cenderung untuk melakukan kerjasa sama dengan pihak jasa penerbangan lain. Akan tetapi hal itu justru menguntungkan FedEx karena memiliki daya muat yg lebih besar dan tidak perlu membooking ruang untuk paketnya. Dan pada akhirnya menjadikan perusahan memiliki daya saing yang tinggi dalam menghadapi ekonomi global.

3)         Fitur apa yang sudah atau seharusnya sudah digunakan dalam hal dukungan teknologi dan implementasi Knowledge management?

–  Pendokumentasian data yang berupa library digital.

–  Fasilitas Web Internet dan Pertukaran data elektronik (EDI).

– E-commerce, E-bisnis, E-tailing, barcoding scanner genggam pada paket yang akan dikirim.

–  Pengembangan strategi bisnis berupa sistem operasi 24 jam